Beranda Nasional Fraksi PKB DPR RI Menyampaikan Rasa Duka Mendalam Kepada Warga Cianjur Yang...

Fraksi PKB DPR RI Menyampaikan Rasa Duka Mendalam Kepada Warga Cianjur Yang Terdampak Gempa

Jakarta, Indikasi.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan luka mendalam atas bencana gempa bumi berkekuatan 5,6 M yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 21 November 2022, pukul 13:30 WIB dan merenggut hingga ratusan nyawan.

“Kami Fraksi PKB DPR RI menyampaikan rasa duka mendalam terkhusus kepada warga Cianjur yang terdampak langsung gempa magnitudo 5.6. Kami pastikan FPKB akan selalu bersama masyarakat Cianjur sampai kondisi pulih seperti sedia kala,” kata Marwan saat melakukan kunjungan lapangan ke tempat pengungsian korban gempa bumi di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Marwan didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI  KH. Maman Imanulhaq, Nurhuda, dan Luqman Hakim, serta Neng Eem Marhamah dari Komisi V DPR RI yang berasal dari Dapil Cianjur dan Kota Bogor menyalurkan sejumlah bantuan untuk para pengungsi di sejumlah lokasi pengungsian. Ditempat yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq mengungkapkan keprihatinan melihat kondisi pengungsian yang dinilainya tidak layak. Apalagi di lokasi pengungsian Desa Cibeureum itu, ada banyak anak-anak dan 20 ibu hamil.

Untuk itu, Ia meminta aparatur terkait untuk segera membangun tenda bagi pengungsi yang layak dengan dibarengi pembangunan sejumlah sarana pendukung lainnya. Pasalnya, imbuh Kiai Maman, butuh waktu yang tidak sebentar sampai para warga yang mengungsi bisa kembali menempati rumah mereka lantaran begitu banyak rumah warga yang rusak parah bahkan ada yang telah rata dengan tanah.

“Bencana telah membuat warga terdampak menderita kehilangan saudara maupun harta benda. Oleh sebabnya jangan sampai penderitaan mereka berlarut di tenda pengungsian. Tak terbayang betapa menderitanya saudara kita yang kini mengungsi dengan tenda ala kadarnya, saat siang kepanasan saat malam kedinginan. Saya mendorong aparatur terkait untuk segera membangun tenda pengungsian yang layak,” katanya.

Selain soal sarana pengungsian, Kiai Maman juga menyinggung soal manajemen pasca bencana yang terkesan gagap, apalagi ditambah dengan simpang siurnya data korban meninggal yang dikeluarkan BNPB maupun pemerintah daerah. “Dampaknya, informasi menjadi simpang siur dan para pengungsi menjadi lambat mendapatkan bantuan karena lambatnya distribusi dari pusat maupun daerah,” katanya. (Ind)

.
Artikulli paraprakStrategi Dan Ide Untuk Menghadapi Ancaman Resesi
Artikulli tjetërTriliunan Uang Masuk Ke Indonesia Alias Ilegal