Beranda Kabar Istana Mengintip Permukiman Tersembunyi di Bawah Kolong Tol Angke, Sepadat Ini

Mengintip Permukiman Tersembunyi di Bawah Kolong Tol Angke, Sepadat Ini

Mengintip Permukiman Tersembunyi di Bawah Kolong Tol Angke, Sepadat Ini

JAKARTA, Indikasi.id – Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, siapa sangka ada permukiman ‘tersembunyi’ di bawah kolong jalan tol. Permukiman ini tepatnya berada di bawah Jalan Tol Angke 2 Jelambar, Jakarta Barat.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Selasa (25/7/2023), akses untuk memasuki kawasan ini berada di Jalan Kepanduan I yang tepat berada di sebelah jalan tol dan kali Grogol.

Terdapat dinding penyekat terbuat dari beton yang membatasi jalan dengan permukiman di bawah jalur tol itu. Untuk bisa masuk ke dalam permukiman, perlu melewati celah di antar tembok tersebut.

baca juga : Analisis Pakar soal Keakraban Prabowo dan Ganjar Jelang 2024

Saat ingin melewati salah satu celah pembatas, terlihat ada sebuah plang putih milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Tanah Negara. Dilarang masuk/memanfaatkan. Ancaman Pidana. Pasal 167 Ayat 1 dihukum 9 bulan penjara. Pasal 389 dihukum 2 tahun 8 bulan penjara. Pasal 551 dihukum denda,” tulis plang tersebut.

Melewati celah pembatas, terlihat ada jalur-jalur kecil untuk memasuki permukiman di bawah tol ini. Akses masuk ini jauh lebih rendah dari jalan dengan tinggi kurang dari 1 meter. Untuk bisa masuk lebih dalam, orang harus menunduk, bahkan jongkok. Saat memasuki kawasan tersebut, di sebelah kanan dan kiri terdapat tempat tinggal warga.

Hal yang pertama kali dirasakan adalah udara yang pengap dan panas karena kurangnya sirkulasi udara. Selain itu bau asap knalpot kendaraan yang melintas di atas jalan tol memperburuk kualitas udara di pemukiman ini.

Kawasan ini juga terlihat sangat minim pencahayaan. Di perlukan lampu-lampu penerangan untuk memberikan pencahayaan di bawah jalan tol ini. Ada 83 KK yang menghuni permukiman ini.

Di setiap tempat tinggal warga terlihat tidak memiliki pintu. Mereka hanya mengandalkan kain lebar untuk menutup ‘rumahnya’ itu. Terlihat juga banyak pakaian dijemur di depan ‘rumah’ warga.

Meski begitu, warga setempat tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa meskipun harus menunduk saat berjalan. Di kawasan tersebut juga hanya memiliki dua toilet yang dibuat untuk bersama.

baca juga : Elon Musk Ganti Nama dan Logo Twitter Jadi “X”

.