Beranda Kabar Istana 8 Orang Terjebak, Tambang Emas Ilegal Pancurendang Banyumas Ada Sejak 2014

8 Orang Terjebak, Tambang Emas Ilegal Pancurendang Banyumas Ada Sejak 2014

8 Orang Terjebak, Tambang Emas Ilegal Pancurendang Banyumas Ada Sejak 2014

Banyumas, Indikasi.id – Aktivitas penambangan emas ilegal yang dilakukan di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2014. Area tambang ilegal ini kini digaris polisi karena ada delapan penambang yang terjebak.
“Hasil interogasi diketahui bahwa untuk tambang emas yang belum berizin telah mulai dari tahun 2014,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriyadi melalui pesan tertulis, Kamis (27/7/2023).

Agus melanjutkan mata pencaharian warga setempat rata-rata bergantung dari aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Pertambangan rakyat tersebut menjadi mata pencarian 80 persen warga Desa Pancurendang,” terangnya.

Agus menyebut sistem pembagian keuntungan dilakukan dengan sistem bagi hasil sesuai kesepakatan bersama.

“Untuk pembukaan tambang ini adanya kesepakatan antara pemilik lahan dengan penambang dengan persentase bagi hasil 20 persen untuk pemilik lahan, 20 persen untuk pemodal dan 60 persen untuk pekerja,” jelasnya.

Total terdapat puluhan lapak tambang yang beroperasi tanpa adanya surat izin dari pihak terkait.

“Saat ini untuk lapak tambang sebanyak 35 lapak tambang, 30 aktif dan 5 tidak aktif dengan pekerja masyakrakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pancurendang, Narisun menjelaskan aktivitas tambang sudah dilakukan sebelum dirinya menjabat pada tahun 2015.

“Sejak saya menjabat tahun 2015 akhir ini sudah mulai ada penambangan rakyat. Kami pemerintah desa juga sudah sering memberikan imbauan supaya jangan diteruskan tapi nyatanya itu menjadi ekonomi masyarakat,” kata Narisun.

Selengkapnya keterangan Kades Pancurendang Narisun soal aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak tidak berani melarang dengan keras. Alasannya karena menyangkut mata pencaharian warga sekitar.

“Sehingga saya tidak berani secara vulgar supaya diberhentikan itu tidak berani. Karena itu jelas menyerap tenaga kerja yang banyak. Izin itu lagi proses ke Semarang tapi belum ada realisasi sampai sekarang nggak bisa keluar izinnya,” ungkapnya.

Narisun menyebut tenaga kerja yang merupakan warga sekitar berjumlah puluhan orang. Namun secara pastinya ia tidak mengetahui.

“Jumlah penambang yang sekitar sini jumlahnya sekitar 50 orang. Kurang lebihnya total sekitar itu (100 orang). Kebanyakan itu dari Jawa Barat,” tuturnya.

baca juga : Wanita Tewas Usai Suntik Silikon Payudara, Ini, Fakta-fakta Pelakunya!!

Selaku pemerintah desa, dia mengaku tidak ikut campur terkait aktivitas penambangan yang dilakukan warga. Bahkan sudah lama dia tidak mendekat ke lokasi setempat.

“Sejak 5 tahunan saya baru ke sini lagi. Karena masih ilegal jadi nggak berani ke sini, mbok-an dikira lagi melegalkan,” terangnya.

Narisun menambahkan, luas lahan yang digunakan aktivitas tambang sekitar 2 hektare. Dari jumlah tersebut terdapat beberapa pemilik lahan.

“Tanah yang digunakan untuk tambang sekitar 2 hektare. Pemiliknya kurang lebih ada 5 orang,” terangnya.

Seperti diketahui, sebanyak delapan penambang saat ini tengah terjebak di lubang galian emas wilayah setempat. Mereka dilaporkan terjebak sejak Selasa (25/7) malam kemarin.

Proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan dari Polisi, TNI, BPBD Banyumas dan Basarnas Cilacap. Namun evakuasi terkendala medan yang berat karena penambang diduga terjebak di kedalaman lebih dari 50 meter.

(mey)

baca juga : BCA Buka Suara Soal Viral Jasa Login myBCA Bayar Rp 7,5 Juta

.